Saturday, 4 April 2020

DUNIA BERISTIRAHAT SEJENAK DALAM DUKA

SEPUCUK SURAT RINDUKU DITENGAH DUKA


Kemarau panjang melanda sepanjang akhir desember 2019,
kebakaran besar hutan dinegara kanguru secara garis besar memberikan luka & pilu teruntuk jantung dunia & serta merta se isi ekosistem hidup  yang menghuni didalamnya mati dilahap habis  .
australia belum sembuh berduka akan sebuah jantung yang mati di lahap oleh si jago merah.

Selang tahun berganti sebagian manusia dibelahan dunia , berusaha kembali bersuka dan mencoba melupakan duka yang berlalu, pergantian tahun akan selalu menjadi suatu harapan besar teruntuk semua manusia di belahan muka bumi ini, untuk berdoa & mengharapkan semua akan bersuka ria dipenghujung tahun 2020.

Duka  menyelimuti indonesia , selepas kembang api menari indah menyambut langit kota ini ,hujan tak henti  membasahi tiap - tiap sudut kota sepanjang hari ,
hingga esok pagi ,,,
luapan air  menggenagi kota bekasi dan beberapa wilayah sebagian besar penduduk jakarta di berbagai titik,
Ratusan jiwa yang tengah tertimpa musibah ini, hingga lupa rasanya  meluapkan apa yang tengah dilanda, terbangun dengah jiwa yg sudah letih diantara hamparan barang yang tergenang bebas.

ada yang tertegun diperhujung senja, sambil meratapi hilangnya puluhan harta yg lenyap terbawa arus,

ada yang menagis berselimut kelabu ditengah asa,  kala yang tercinta pergi menggalkanya.

ada yang berselimut pilu & air mata pecah ditengah  sebuah hilannya ribuan bahkan ratusan harapan yg telah ditanamnya.

tak banyak dari mereka mencoba tersenyum & saling menguatkan dengan apa yg tengah dilanda mereka.

semua hilang dan hanyut terbawa arus & ratusan volume air keruh mengisi ruang singgah sana mereka hingga menyisakan  timbunan lumpur pekat.

belum kering jiwa - jiwa yang dilanda banjir, 2 pekan kemudian hal sama masih terjadi & sampai sepekan kedepan akhirnya seluruh penduduk jakarta merasa semua kembali pulih diantara deraian cobaan musibah yang menimpa sejak awal januari,

Berita duka merasuk keseluruh penjuru dunia di awal februari 2020, kota wuhan dilanda wabah virus mematikan ,secara cepat menyebar hampir keseluruh penduduk besar yang menempatinya, hingga pemerintah setempat melakukan sistem lockdown kala wabah telah menginfeksi puluhan bahkan ribuan nyawa setempat.
ditengah puluhan nyawa telah terenggut olek infeksi wabah corona, ribuan belalang melanda perbatasan china & arab.
kala itu, seluruh manusia dipermukaan bumi hanya bisa menyaksikan dan tertegun diam melihat berita demi berita yang lewat melanda cina & wilayah sekitarnya,,

Hingga awal maret 2020,kasus baru terjadi di 141 negara positiv terjangkit wabah ratusan ,ribuan melonjak menjadi jutaan jiwa  terinfeksi & dilanda krisis oleh wabah infeksi virus corona, penjualan pasar gelap bertaburan di mana mana ditengah wabah melanda , pasar gelap ini bukan menjual senjata terlarang melainkan  sejumblah kebutuhan untuk menangkal penyebaran virus ini,
berbagai alat pelindung & obat,serta kebutuhan yg berdampak pada hal ini, membuat  satu sama lain menggali ke untungan, kala perekonomian terhambat, dimana rasa solidaritas menghilang, dimana dukungan moral pun tidak berlaku namun mulai bernilai tinggi dalam sekotak masker & sebotol hand sanitizer,
krisis ekonomi yang melonjak ditengah pademik.

Berita yang dimuat harian hanyalah sebuah angka pengharapan ditengah ribuan doa sanak keluarga yang tengah dilanda,

mereka yang tengah terpisah ruang & waktu di penjuru belahan dunia,
mereka  yang selalu menunggu rindu dengan harapan  yang pulih akan berpulang.
mereka yang siap menjemput  ribuan nyawa yang tak tertolong & berpulang dengan jasadnya,

kini seluruh dunia berduka & seorang ibu yg tak henti menangis kala mata pencarian terhenti untuk segelas susu anak tersayang,
seorang ayah yang masih berjuang ditengah malam untuk keluarga tercinta, serta ratusan tim medis terjaga , mempertaruhkan nyawa merawat mereka yang tengah terinfeksi, berjungan diantara  hidup & matinya.

suram....... kini sunyi menyelimuti puluhan , ribu bahkan jutaan kota besar yang tersebar diseluruh penjuru belahan dunia.
waktu tetap berjalan seiring putaran jarum jam hari ke hari & aktivitas rutinitas pun mulai  mati ( terhenti sejenak )

Dunia sedang berperang ditengah dilema yang melanda , secara tak langsung semua berdampak pada satu dengan yg lainnya, doa serta dukungan moral  mulai bertebaran kala satu dengan yang lain saling berperan pada porsinya.
berdiam & berhentik sejenak dalam  rutinitas harian, satu visi misi menghabat penyebaran  pesat yg bisa menginfeksi puluhan penduduk dipenjuru dunia...
lekas pulih bumi pertiwiku,lekas sembuh jiwa - jiwa diseluruh permukaan belahan dunia...

Ratusan angka mulai merentas dunia berita , angka keputus - asaan , pengaharapan & kehilangan.
setiap  doa dalam relung  jiwa manusia tersemat  angka kepulihan,  menunggu angka  kematian berangsur pulih tak menyisakan luka & duka baru.

Teruntuk kalian yang tengah berjuang diluar sana, masih mencari nafkah untuk tetap terjaga & saling menjaga, ingatlah bahwa harapan tak akan berhenti begitu saja ditengah deraian keluh kesahmu dalam tiap tangis air matamu akan kehilangan  tak berkesudahan,
tuhan berkerja dalam proses pemulihan ini, tuhan akan melahirkan kembali jiwa - jiwa baru yang telah berpulang,menempatkan yg berpulang pada dunia keabadian.
dalam setiap hembusan nafasmu, akan sebuah pengharapan,
doamu bekerja ditengah lelap & sunyi malam, esok matahari akan kembali menyinari kembali kehidupan - kehidupan yg kini sedang beristirahat sejenak.

Sunyi dalam damai, menghantar, merasuki relung  terdalam jiwa yg  menanggis & merana , dalam keramaian ada jiwa yang selalu  merasa hilang tanpa arah, tertelan dalam gelap malam & dingin.

hingga pagi kembali  dengan embun untuk membasahi tiap - tiap ruang & matahari kembali mebawa kehangatan serta sercecah harapan dalam ruang penuh kerinduan yang riuh tertimbun.

Lembah yg kini tengah menjadi tempat berpulang selepas jiwa yg hilang, akan terbuka kembali untuk semua yang tengah merasa hilang dalam isolasi diri.

Riuh kicauwan burung ditengah ribuan rindang pohon pinus akan kembali terdengar di antara sejuk hembusan nafas segar yg kau hirup, yang  kini terjaga sejenak.

Deraian ombak pesisir pantai & ribuan volume air terjatuh akan kembali membasahi kaki & sekujur tubuhmu yang kini berdiam dalam ruang kering.


- Bumi 🌏











No comments:

Post a Comment