![]() |
| SEMU |
malam seakan tak mampu menjawab semua gundahku
terbendung dalam dilema yang tak berkesudahan
semua yang terbendung tak mampu tertahan terlalu dalam
kecewa yang kini kurasa hanyalah sebagian kata yang mampu ku ungkapkan dari ratusan kata terucap, yang tak mampu ku utarakan bagaimana untuk menguntai kata per kata menjadi suatu hal yang mampu menusuk ruang dalam palung hatimu,
senja pun hanya mampu memberikan kehangatan kala hati menjadi halu biru, langit kala itu
menggambarkan suasa hati, kini akupun mulai takut dalam diam
takut untuk menghancurkan harapan dan mimpi yang ku temukan didepan mata,
takut sepi menyelimuti malam - malam ku kembali dalam gelap
ku fikir hadirmu sebagai cara yang akan menerangkan jalan gelap dalam sepiku
ku pikir kualah fajar yang akan menjadi cahaya pertama kala pagi menjelang
ku pikir kaulah keindahan senja selepas usai siang kan berganti gelap
ku pikir kaulah tuan yang akan menjadi penghuni dalam relung - relung hampaku
Kuberdiri dalam ujung waktu yang tak berporos arah alur detak waktu dalam ketidak pastian
kau nyata dalam waktu ku, bahakan semua yang kurasa begitu nyata untuk ku utarakan dalam ruangku, namun tidak nyata untuk ruang kosong dalam hatimu...
tak sedikitpun aku mampu melihat apa yang sebenarnya ada didalam hatimu,
bahkan benakmu untuk menempatkan ku pada ruang terdalammu
menyematkan namamu dalam setiap doaku untuk memiliki mu bukan sekedar dipelupuk mata
meminta waktu untuk berpihak untuk segala harapan kepastikan yang selalu dinantikan pada buah pasti
berserah dalam sebuah harapan semu tergantung penuh resah di ujung asa
semua rasa yang menggerakan seluruh raga & hati bertempur arah yang berlawan,
menjadi perih tak berkesudahan , menggantukan diri pada penantian kematian hati kemudian
jadi apakah aku ini?
ruang seperti apakah aku ini?
jika, semua asa dapat ku simpan sejenak tanpa dirasa
mampukah aku meninggalkan mu dengan cara ku?

No comments:
Post a Comment